Home » » MODEL DAKWAH DI KALANGAN REMAJA DI INDONESIA

MODEL DAKWAH DI KALANGAN REMAJA DI INDONESIA

Ditulis Oleh Beny Setiawan pada Senin, 07 Mei 2012

Titik sentral upaya kebangkitan ruhil Islam adalah kebangkitan para pemuda. Sebab pemuda-pemudilah sebagai tunggak atas tiang yang sangat diperlukan untuk mendekati mereka para pemikir atau berdialog dengan mereka secara kebapakan, tidak menyaingi mereka dan tidak selalu mencurigai mereka. Pemuda mukmin dan mukminah merupakan potensi termahal dalam ummah. Mereka adalah kekayaan ummah. Oleh sebab itu kita memberi sepenuh perhatian kepadanya kerana apabila perlekehkan mereka maka dengan siapa lagi mereka membangun dan memajukan agama dan umat?

   Bila anak sering dikritik, dia belajar mengumpat
   Bila anak sering dikasari, dia belajar berkelahi
   Bila anak sering diejek, dia belajar pemalu
   Bila anak sering dipermalukan, dia belajar merasa bersalah
   Bila anak sering dimaklumi, dia belajar menjadi sabar
   Bila anak sering disayangi, dia belajarmenghargai
   Bila anak diterima dan diakrabi, dia akan menemui cinta.

Ungkapan puitis ini sangat menarik untuk direnungi bersama yang diutarakan oleh pakar pendidik kanak-kanak dalam buku (children learn what oney live).
   
   Sikap orang tua atau ibu bapa yang terbaik adalah sebagaimana yang dirakamkan dalam kitab sucinya:

قال الله تعالى :"ياأيها الذين أمنوا إن من أزواجكم وأولدكم عدوالكم فاحذروهم وإن تعفوا وتصفحوا وتغفروا
فإن الله غفور رحيم".

Maksudnya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”                             
                                                                                              (surah 64: ayat 14)
  
Berupaya untuk membentuk keluarga bahagia dan konsep anak soleh, berupaya ke arah ini untuk kita telusuri ajaran yang terkandung kira-kira empat puluh tanggungjawab orang tua, masyarakat dan lembaga pendidikan islam demi untuk kesejahteraan lahiriah dan batiniah anak-anak atau remaja yang dimulai dari mencari jalan yang baik untuk menanam bibit unggul atau terpilih yang sesuai untuk pertumbuhannya (HR. Ibnu Majah, Daruquthni dan Al Hakim) sampai kepada wasiat terakhir untuk si anak.

   Al-Quran dan Sunnah telah menjelaskan materi-materi pokok yang harus ditanamkan, dilatih dan dibiasakan serta diajarkan, dididik kepada anak-anak:

•   Memilih calon jodoh yang baik
•   Cari calon jodoh yang jauh pertalian darah
•   Utamakan yang perawan
•   Fungsi anak
•   Berdoa waktu berjima’
•   Sikap menyambut bayi perempuan
•   Bergembira menyambut kelahiran anak
•   Memberi nama yang baik
•   Mengaqiqah
•    Menyusui
•    Mengkhitankan
•    Menberi nafkah
•    Lemah lembut dan kasih sayang
•    Menanamkan rasa cinta sesama anak
•    Memenuhi janji pada anak
•    Tidak mengurangi hak anak
•    Mendidik akhlak
•    Menanamkan aqidah
•    Melatih ibadah solat
•    Berlatih adil
•    Memisahkan tempat tidur anak lelaki dan perempuan
•    Memerhati teman pergaulannya
•    Mengajarkan Al- Quran
•    Mengajarkan suruhan dan larangan Allah
•    Menjauhkan anak-anak bermewah-mewah
•    Memerhatikan tiga waktu aurah
•    Mengajarkan olahraga
•    Menghormati anak
•    Menghibur keluarga
•    Mencegah pergaulan bebas
•    Menyuruh berpakaian taqwa
•    Menjauhkan anak daripada bersikap buruk
•    Menempatkan anak-anak pada suasana yang baik
•    Memperkenalkan kaum kerabat kepada anak-anak
•    Mendidik berjiran dan bermasyarakat
•    Membantu anak untuk berkahwin
•    Bersabar ketika anak mendapat musibah
•    Mendidik anak menyayangi binatang
•    Menyuruh anak menegakkan amar makruf nahi mungkar
•    Mewasiatkan agama pada anak

Selanjutnya dalam makalah ini sekelumit saya sampaikan model dakwah bina remaja di Indonesia, baik pengalaman di lapangan mahu pun ditangani langsung oleh lembaga-lembaga dakwah atau pun perguruan tinggi baik negeri mahu pun partikelir (swasta):

A   Dakwah remaja melalui jalur perguruan tinggi 

Kami selaku dosen agama islam fakultas sastera dan kebudayaan Universitas Gajah Mada setiap tahun ajaran baru atau penerimaan mana-mana siswi baru; mereka didata biografinya secara terperinci; latar belakang orang tua, pengalaman keagamaan “sudah melaksanakan ibadah atau belum”, kemudian dapat atau tidak membaca al-quran.

   Dalam perkuliahan Agama Islam mereka dididik dan ditarbiyah sedemikian rupa dan diberi paket-paket dakwah yang memuat komponen-komponen ajaran Islam seperti (Akidah Islamiah, Syariah, Ibadat dan muamalah ).

Kuliah-kuliah bersifat kumulatif dalam memberikan nilai: mereka wajib melaksanakan:
1.   Hadir minimal 75% tatap muka.
2.   Resensi buku atau bedah buku karangan pakar Islam kaliber Internasional dalam pelbagai judul.
3.   Membuat makalah untuk seminar berkelompok, minimal 3 orang atau lebih untuk membahas topik-topik pilihan (semua mahasiswa wajib membuat makalah dan hadir pada waktu yang ditetapkan).
4.   Masing-masing membuat klipping / guntingan koran / majalah dijilid dengan rapi yang isinya menarik, memuat masalah aktual baik tentang Islam, teknologi kebudayaan, kesihatan dsb.
5.   Mereka wajib bersedekah setiap akhir / tutup kuliah bersama-sama bakti sosial ke desa-desa dengan membawa tikar, lampu petromak, buku keIslaman dalam pelbagai judul untuk disumbangkan ke masjid–masjid yang miskin dan tidak jarang daripada yang terkumpul, dibelikan batu bata  / lantai untuk masjid yang belum selesai pembangunannya. Puncak pertemuan di masjid adalah menyelenggarakan “Pengajian akhbar” bersama-sama Ahlul bait dan masyarakat sekitarnya.
6.        Kemudian kuliah-kuliah agama Islam setiap minggu tiga hari wajib 
          mengikuti pagi sore hari kuliah asistan agama Islam yang materinya
          antara lain belajar membaca Al-Quran, praktik solat, Fuqhunnisa 
          (Khusus Akhawat) pengalaman aqidah.                    
7.       Diskusi pannal ditunjuk / dipilih mahasiswa yang dedikasi dan
         intelektualnya tinggi membuat majalah–majalah ilmiah seperti: Konsep
         Islamiah Ilmu Pengetahuan, Pandangan islam terhadap sekularisma,
         Seni dalam pandangan Islam, Agenda permasalah umat dan
         sebagainya.
         .   
B   Dakwah Remaja melalui masjid

Masjid Kampung dan masjid Kampus berperanan sedemikian rupa dan        para remaja terlibat sepenuhnya, baik selaku takmir maupun saksi– saksi yang dibuat dalam Organisasi Kemasjidan. Program-program dakwah yang ditawarkan untuk membina remaja Iman dan Islam dengan melakukan kegiatan–kegiatan:

1   Melakukan peringatan–peringatan Hari Besar Islam di masjid seperti Peringatan Maulidur Nabi saw, Peringatan I Muharam (Tahun baru hijrah ), Peringatan Nuzulul Quran, Peringatan berdirinya masjid dan setiap hari raya masing–masing masjid di Indonesia menyelenggarakan ceramah umum dan upacara rasmi bersalaman dan saling maaf-memaafkan dengan istilah halal bi halal.                       
2   Lembaga-lembaga masjid atau organisasi remaja masjid pada tingkat kecamatan, kabupatan dan propinsi terbentuk dalam rangka kerjasama dakwah dan sosial kemasyarakatan. 
3   Training-training yang diikuti remaja masjid dengan bobot materi penataran atau latihan dimaksud berkisar sekitar:

1. Management masjid dan Management dakwah.   
   2. Metodologi dan strategi dakwah dalam menghadapi sosial.
   3. Retorika dakwah dan kursus ketrampilan .
4. Sirah nabawiyah .
5. Aqidah Islamiah .
6. Psikologi Dakwah dan Public Relation.
7. Ukhuwwah Islamiah.
8. Hikmah dan tujuan pernikahan
9. Problematika dunia Islam .
10.Praktik-praktik dakwah, diskusi, sembahyang malam, menghafal
     ayat- ayat pilihan.
11.Survel lapangan dan pembuatan program.  
  
C   Pendekatan Dakwah secara umum

   Upaya memupuk, membina dan memelihara keimanan remaja di Indonesia, model-model pendekatan yang terbaru telah dilakukan baik melalui jalur dakwah informasi maupun semi pendidikan formal seperti;

1.   Mendirikan Pusat Kajian Islam yang diterima oleh para mahasiswa, pendidikan selama dua tahun dengan diberi nama Ma’had Islamy, pesentrena/ pondok Mahasiswa, masing-masing bertempat di masjid dan 1 buah sudah mempunyai gedung ( Aji Mahasiswa), peminatnya tidak bisa ditampung maka terpaksa diseleksi, yang mengikuti mahasiswa yang merengkuh kuliah dari perguruan tinggi umum seperti Fakulti Kedoktoran, Teknik, Sospel, Ekonomi, Sasdaya dsb.
2.   Bina remaja khusus dipilih mahasiswa yang nilai indeknya prestasinya minima 3 (tiga), ditampung atau bertempat tinggal diasrama atau kompleks: dan mereka diberi pengajian wajib seperti tafsir, hadith, fiqh tauhid dan kapita selekta serta mendatang pakar- pakar dari pelbagai disiplin ilmu. Diharapkan mereka para sarjana yang telah selesai nantinya mengembangkan wawasan keIslaman(Dakwah Islamiyah): usaha lain untuk memadukan pakar sains dan  Islam tidak terjadi konflik, mereka wajib memperjuangkan agamanya menurut disiplin ilmunya masing-masing.
3.   Membentuk Lembaga Kerpa Mubaligh Pedesaan ditangani remaja.

Hampir setiap Perguruan Tinggi Umum maupun Agama para
mahasiswa mempunyai lokasi khusus yang diberi nama “Desa Bina “  ertinya satu kaluharan (kenegeriaan, dibantu dalam wujud dakwah bil qalam, bil hal dan bil khitabah), juga pada acara hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha dakwah remaja  bersama-sama ke desa bina memberikan zakat fitrah dan ternak korban untuk fuqara’ dan masa kini.

   Pendekatan remaja /umum secara retorika dapat dikemukakan bahawa setiap idea atau gagasan, konsepsi yang dibicarakan di hadapan umum (massa), dianggap mencapai hasil yang dinilai sukses, manakala Audiensinya:

•   Telah merasa seperti yang dibicarakan oleh pembicara.
•   Telah berfikir dengan cara dan seperti pemikiran pembicara.
•   Telah dapat memahami atau mengerti dengan baik isi pesan ( Idea) oleh pembicara      (Orator).
•   Telah sefaham atau sependapat dan mendukung isi pesan yang disampaikan.
•   Telah yakin akan kebenaran idea yang dikemukakan oleh si pembicara.
•   Telah bertindak mengamalkan isi pesan yang dimaksudkan.
•   Dan telah bersedia berjuang dan berkorban untuk membela dan mempertahankan    kebenaran isi pesan (massage) yang diungkapkan oleh pembicara.


KESIMPULAN

   Pendekatan dakwah di kalangan remaja memakai method multi dimensional, baik melalui kajian-kajian intensif, melalui latihan kepimpinan dengan menyerahkan tugas tertentu, melalui media massa, tulisan ataupun uswatun hasanah. Mungkin perlu diuji cuba sebuah pilut projek Islamic Center yang dikelola sepenuhnya oleh remaja yang serba lengkap dengan fasilitas:

1.   Ladoratorium.
2.   Laboraronium.
3.   Masjid.
4.   Taman bacaan/ perpustakaan.
5.   Radio ( Pemacar Radio Dakwah Remaja ).
6.   Ruang diskusi atau seminar.
7.   Pesantren seleksi bibit dari propinsi, Madrasah atau sekolah umum ( mereka dididik, dilatih dan dikader.
8.   Perkebunan ataupun persenian perantohan.
9.   Tempat latihan teknik terpakai.
10.   Tempat Diklat (pendididikan latihan) berjanjan tingkat awal /  menengah dan tinggi seperti latihan kepimpinan, karya tulisan ilmiah keagamaan dan para dai’e atau (du’at ).
11.   Komputerisasi dan pemetaan Dakwah terlengkap yang memuatkan data kependudukan, pemeluk agama, lembaga – lembaga dakwah, jumlah masjid, mubaligh yatim piatu, fuqarak dan masakin, data desa tertinggal, jumlah remaja yang bersekolah, data kegiatan remaja Islam, tinggat pendidikan mahupun data pengnagguran dsb.

Demikianlah secercah tulisan yang mungkin kurang sempurna yang
dapat disajikan kepada para hadirin yang amat mulia ini, semoga dapat memberikan ilmu yang bermanfaat.

WABILLAHITTAUFIQ WAL HIDAYAH
      WALLAHUL MUAFIQ ILA AQWAAMITHTHAARIQ
      WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

Sumber :http://halaqah.net

DiPosting Oleh : Beny Setiawan ~ Pakbendot.com

Artikel MODEL DAKWAH DI KALANGAN REMAJA DI INDONESIA ini diposting oleh Beny Setiawan pada hari Senin, 07 Mei 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda, serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.Wassalam..

:: HOME::

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar dengan Baik Dan benar